BOSS.AimGOD Solo Survivor Terkuat Kedua Free Fire Indonesia

REKAP HASIL PERTANDINGAN FINAL FREE FIRE THE ONE

Sebagai turnamen Free Fire solo pertama yang hadir di indonesia, Free Fire The One sampai pada penghujung acara di fase Grand Final dengan format 12 ronde yang terbagi menjadi 2 hari yang berlangsung pada hari Sabtu dan Minggu kemarin, tanggal 25 & 26 April 2020. Dan pertandingan ini Disiarkan langsung melalui Facebook serta kanal YouTube resmi dari FF Esports ID

Menyajikan 12 pemain yang terdiri 8 dari kualifikasi, 3 dari pemain profesional, serta 1 lagi dari YouTuber Free Fire, Free Fire The One menjadi ajang pembuktian siapakah pemain solo terbaik yang ada di Indonesia.

Perhelatan pada hari pertama sudah terlihat memanas. Dengan permainan yang sangat agresif Evos.MR05ᴾᴼᴾ mampu dengan cepat membunuh lawan dengan cepat diawal game. Walaupun, pada akhir pertandingan RSG.Apollo mampu bertahan dan mendapat Booyah menumbangkan AURA•XBRTAL× dan Dengkorrr.GR dengan senjata M79

Pertarungan semakin seru memasuki game kedua hingga game keempat, Evos.MR05ᴾᴼᴾ tidak sedikitpun merubah cara bermainnya yang bar bar hingga akhirnya berhasil mendapatkan booyah dengan total 5 kill yang didapat.

Setelah berhasil mendapatkan Booyah pada game keempat, ternyata Evos.MR05ᴾᴼᴾ tidak mampu mempertahankannya dan bahkan harus tereliminasi pertama pada game kelima setelah dipulangkan oleh BOSS.AimGOD harus tumbang diposisi 4 dengan perolehan 5 kill pada game kelima ini.

Tidak sampai disitu, memasuki game terakhir yang juga menjadi game penutup pada hari pertama OSS.AimGOD terus menampilkan permainan yang apik dengan kombinasi senjata mematikan AWM dan M79 yang membuat BOSS.AimGOD berhasil mengamankan Booyah sekaligus menjadi pemuncak klasemen sementara dengan perolehan 76 poin.

Mengawali hari kedua Grand Final Free Fire The One, para finalis tampak tidak mengurangi tempo permainan. Mereka saling bergantian memberikan serangan terbaiknya yang menariknya, DRNX.DeviL yang bermain kurang apik pada hari pertama sukses mengamankan Booyah di game pembuka pada hari kedua ini.

Permainan apik masih diperlihatkan oleh DRNX.DeviL dimana ia berhasil kembali masuk di top 2 pada zona akhir yang harus berhadapan dengan 1M.FixaTV. Pertarungan 1 lawan 1 yang sangat tenang ditampilkan keduanya, tidak mau mengambil resiko, tampak DRNX.DeviL tidak mau meninggalkan posisi awalnya, tapi 1M.FixaTV maju dengan pemanfaatan gloo wall yang ada berhasil memenangkan pertarungan tersebut dan mendapatkan Booyah.

Tampaknya bukan hari keberuntungan bagi LetDa Hyper yang harus tereliminasi diawal pertandingan pada game ke delapan hingga kesepuluh membuat merosotnya posisi di klasemen.

Mendekati akhir pertandingan, tempo yang ditampilkan 12 pemain justru terlihat semakin panas. Tidak ada yang ingin mengalah dan ingin mendulang poin yang terlihat pada awal pertandingan di ronde akhir 1M.FixaTV berhasil memulangkan Evos.MR05ᴾᴼᴾ kembali ke lobby dengan pertarungan jarak dekat. Evos.MR05ᴾᴼᴾ harus puas di posisi ke-12. Menjadi game penentuan siapa yang bakal memenangkan Free Fire The One untuk pertama kalinya, para pemain saling berusaha untuk memberikan permainan terbaiknya. Tersisa 3 pemain di zona akhir, AURA•XBRTAL× harus berhadapan dengan 2 pemain profesional Free Fire terdapat RSG.Apollo dan DRNX.DeviL. Pada akhirnya AURA•XBRTAL× berhasil mendapatkan Booyah keduanya dengan koleksi 3 kill.

Sementara itu, dengan telah berakhirnya 12 pertandingan pada babak Grand Final Free Fire The One ini berhasil melahirkan juara perdananya yang berhasil didapatkan oleh Dengkorrr.GR! Mengumpulkan 122 poin, Dengkorrr.GR berhasil unggul 4 poin dari BOSS.AimGOD yang berada di peringkat kedua dengan 118 poin, kemudian disusul oleh 1M.FixaTV diposisi ketiga dengan 112 poin. Atas kemenangannya ini, Dengkorrr.GR berhak mendapatkan hadiah utama sebesar Rp 35 juta sekaligus menyabet titel sebagai pemain terbaik solo Free Fire di Indonesia!
Selamat sekali untuk Dengkorrr.GR yang berhasil membuktikan biarpun bersaing dengan pemain profesional, kesempatan untuk menjadi juara tetaplah selalu ada!

BOSS.AimGOD Lolos ke Babak Final Free Fire The One

Sebagai turnamen pertama Solo Mode Free  di Indonesia, ajang Free Fire The One yang berlangsung hingga minggu besok wajib menjadi tontonan kalian pada weekend ini.

Kemarin, kita telah melihat pertandingan fase 2nd Qualifiers, dimana ada 12 pemain dari masing-masing grup bersaing demi mendapatkan 2 slot untuk bisa maju ke babak Final. Dan setelah pertandingan ketat dalam 6 ronde dengan menggunakan Solo Mode, berikut adalah pemain yang berhasil lolos:

  • GR・DENGKORRR
  • NESC`Fixaᵀᵛ
  • ᴰᴼᴺ•Mr.wiLᴴᴸ
  • ᴹᴱᴷᵟPʜᴏᴇɴɪx
  • BOSS.AimGOD
  • GC•DARK~FIRE
  • AURA•XBRTAL×
  • ᴺⁱᵗᵉ•X-Sᴀɴᴢ

Pertarungan sengit terjadi pada grup A, dimana BOSS.AlMFOYY gagal melaju ke babak Final karena selisih poin yang didapat pada akhir pertandingan sama dengan yang diperoleh NESC`Fixaᵀᵛ. Tapi pemenang kedua dari grup tersebut diambil berdasarkan peraturan pertandingan yang ada, dimana Placement Point lah yang menjadi indicator pemilihan pemenang jika ada poin yang sama antar peserta turnamen.

Pada pertandingan grup B terlihat ᴰᴼᴺ•Mr.wiLᴴᴸ bermain sangat apik dengan berhasil mengantongi 2 kali booyah dan bermain konsisten merupakan kunci sukses bagi pemain ini bisa mendapatkan posisi teratas jauh meninggalkan posisi ke-2 yang lolos ke babak Final.

BOSS.AimGOD dan GC•DARK~FIRE dikatakan pada babak kualifikasi kedua ini bermain secara mendominasi. Mendapatkan masing-masing 1 kali Booyah, kedua pemain ini berhasil menempati 2 posisi teratas klasemen dengan raihan poin yang sama, yaitu 74 poin.

AURA•XBRTAL× kembali menunjukan taringnya, finalis yang berhasil lolos dari grup D ini jugadulunya merupakan Finalis pertandingan First Warrior dengan nama tim Miracle yang diperkuat oleh Skyla sebagai Juri sekaligus Coach dari timnya.

Sementara itu, babak Final sendiri akan ada 12 pemain terdiri dari 8 pemain yang lolos dari kualifikasi kedua, 4 pemain lainnya akan diisi oleh 3 pemain Pro Player dan 1 pemain Pro Youtuber yang diundang oleh tim Garena Free Fire. Pertandingan ini menggunakan format Best of 12 Solo Mode dan akan tayang secara langsung di kanal Facebook dan Youtube resmi FF Esports ID. Tentunya pertandingan Final kali ini akan sangat seru dan sayang untuk dilewatkan. sudah siapkah kalian untuk menyambut juara pada ajang Free Fire The One sekaligus menyabet titel sebagai pemain terbaik solo Free Fire di Indonesia?

Mengumpulkan 68 Kill, Boss Esports Masuk ke Play-Ins FFIM 2020 Spring

Free Fire Indonesia Masters (FFIM) 2020 Spring telah masuk ke dalam Babak Final Group. Babak ini akan mencari 6 tim dari Group A sampai F untuk masuk ke fase Play-Ins yang akan diselenggarakan pada tanggal 14 Maret 2020 nanti.

Sudah ada 2 pertandingan yang dijalankan di babak ini. Final Group A yang berlangsung pada tanggal 29 Februari 2020 kemarin telah menentukan BSC Academy sebagai tim yang lolos ke fase Play-Ins FFIM 2020 Spring.

Sedangkan Final Group B yang berlangsung pada tanggal yang sama di jam berbeda, juga telah menentukan hasil mereka. Boss Esports yang pernah berlaga di Free Fire Master League (FFML) season I menjadi tim yang mendapat tiket menuju babak Play-Ins FFIM 2020 Spring.

Sumber: Facebook Fanpage Fans Of Free Fire

Penampilan Boss Esports di Final Group B tidak terlalu mencolok dalam perolehan poin placement, namun mereka tampil konsisten untuk mencari kill yang banyak di tiap ronde.

Berawal dari Booyah dan 17 kill di Ronde 2, Boss Esports semakin percaya diri untuk bermain “barbar” di ronde – ronde selanjutnya.

Sumber: channel Youtube Garena Free Fire Indonesia

Perbedaan jam terbang dan juga mental bertarung di lingkungan yang keras membuat Boss Esports terlihat seperti pemangsa di puncak piramida makanan yang bernama Group B.

Klasemen akhir pun memperlihatkan taring tajam Boss Esports yang mendapatkan 1340 poin kill dari 6 ronde yang sudah dijalankan, berbeda jauh dari perolehan kill dari semua tim yang ada di Group B.

Sumber: channel Youtube Garena Free Fire Indonesia

Hasil ini seolah mengingatkan kita darimana Boss Esports berasal. Apa yang telah mereka jalani di FFML season I membuat mereka lebih berani dan sigap dalam mengambil keputusan dibandingkan dengan tim lain di Final Group B kemarin.


Dengan ini, 2 dari 6 tim sudah mengunci slot mereka di babak Play-Ins. Tim manakah yang akan menyusul BSC Academy dan Boss Esports?

Saksikan live stream nya pada pukul 15.00 WIB dan 19.00 WIB pada tanggal 01 Maret 2020 di channel Youtube Garena Free Fire Indonesia.

Sumber : https://booyah.co.id/

AIMFOYY Bikin Rata 1/4 Populasi Bermuda

Memasuki fase akhir turnamen Free Fire Master League (FFML) Season I pertandingan pun semakin memanas. Hal ini disebabkan oleh sengitnya pertarungan 24 tim yang memperebutkan slot menuju Grand Final Free Fire Indonesia Masters (FFIM) 2020 Spring.

Salah satu momen panas itu terjadi di pembukaan Match 9 Day 2. Selayaknya sebuah tim yang memiliki mental siap tempur saat game sudah dimulai, Boss Esports tampil dominan dan agresif sampai akhirnya mereka menutup ronde pertama dengan mendapatkan Booyah dan juga 20 kill.

Sumber: channel Youtube Garena Free Fire Indonesia

Yang menarik dari hal ini, 13 kill dari total 20 kill yang diperoleh Boss Esports di ronde pertama berasal dari 1 orang pemain: BOSS.AIMFOYY. Agar lebih jelas, mari kita lihat jalur eliminasi yang dibuat oleh Boss Esports sehingga menghantarkan BOSS.AIMFOYY untuk mendapatkan 13 kill.

Semua berawal ketika Boss Esports bertemu dengan Alter Ego Esports di dekat Bimasakti Strip. Tanpa memberi ampun, Boss Esports mengeliminasi mereka dengan cepat di menit – menit awal.

Seolah membawa virus yang bernama eliminasi, tim kedua yang menjadi korban adalah First Raiders Alpha. Mereka harus kembali ke lobby setelah bertemu dengan Boss Esports di dekat Clock Tower. Meskipun berhasil mengeliminasi 2 tim, di sini Boss Esports harus kehilangan BOSS.DemiGOD dan melanjutkan pertempuran hanya dengan 3 orang saja.

Sumber: channel Youtube Garena Free Fire Indonesia

Menyisakan 3 orang tidak membuat performa Boss Esports menjadi kendor. Seolah mendapat kekuatan tambahan dari rekan 1 timnya yang tumbang, Boss Esports berhasil mengeliminasi RRQ Hades yang menjadi pemuncak klasemen di pot kecil mereka. Dengan ini sudah 3 tim yang dieliminasi oleh Boss Esports.

Sumber: channel Youtube Garena Free Fire Indonesia

Pertarungan terakhir di ronde ini menyisakan 3 tim dan 9 pemain. Boss Esports vs Star8 Esports vs Team ELVO. Ini adalah pertarungan maut 3 arah, di lapangan terbuka dekat Bimasakti Strip.

Zona yang tidak berpihak pada Star8 Esports memaksa mereka berlari masuk agar tetap di dalam lingkaran. Hal itu membawa petaka bagi Star8 Esports, karena kesempatan ini dimanfaatkan oleh Boss Esports unutk mengeliminasi tim ke 4 di ronde tersebut.

Di titik ini, Boss Esports telah mendapatkan 17 kill dan BOSS.AIMFOYY telah mendapatkan 10 kill. Tentu saja mudah bagi kita untuk menebak apa yang terjadi selanjutnya. Menggunakan pelontar di pertarungan terakhir, BOSS.AIMFOYY melengkapi jalur eliminasi Boss Esports dengan memulangkan Team ELVO di pertarungan terakhir serta menutup ronde pertama dengan mendapatkan Booyah.

Sumber: channel Youtube Garena Free Fire Indonesia

Dalam pertandingan ini, Boss Esports mengeliminasi 5 tim serta memulangkan 20 pemain ke lobby. BOSS.AIMFOYY sendiri meratakan 13 orang pemain atau ¼ dari populasi Bermuda di game tersebut.

Namun ada satu hal yang menarik perhatian setelah game ini selesai. BOSS.CUPAY membalas salah satu story di akun Instagramnya yang seolah – olah mengatakan kalau 13 adalah angka keramat dari EVOS SAM•13.

Apakah ini menguatkan teori bahwa kehadiran Malaikat Maut di dalam Free Fire Master League season I tidak lepas dari keberadaan angka keramat EVOS SAM•13? Apapun itu, yang pasti BOSS.AIMFOYY memegang rekor perolehan kill individual tertinggi dalam 1 ronde di Match 9.

Apakah akan ada pemain yang melampaui perolehan 13 kill di match terakhir Free Fire Master League? Temukan langsung jawabannya melalui live stream FFML season I pada pukul 19.00 WIB di channel Youtube Garena Free Fire Indonesia.

Sumber: booyah.co.id

Babak Baru The Eagle Owl, Sang Pembidik Talenta Juara

Tiba-tiba saja beberapa anggota Boss Squad yang pagi itu berkumpul di Community House mendadak heboh. Rupanya ada DM masuk dari salah seseorang idola mereka di arena esports Free Fire, “Pak, ada DM dari Skyla pengen minta kontak pimpinan Boss Squad katanya.” tutur Agus, salah satu anggota paling senior dengan muka girangnya.

Di kalangan komunitas Free Fire, siapa yang tak kenal Skyla, caster kondang yang sudah malang melintang mengisi layar streaming game besutan Garena Indonesia tersebut, mulai dari turnamen komunitas hingga Kejuaraan di level pro. Dari Official Turnamen yang diselenggarakan Garena sendiri maupun turnamen pro besutan esports organizer berkelas dunia seperti ESL.

Anak muda multitalended ini selalu tampil konsiten dengan gaya kasual nyaris tanpa aksesoris, hanya rambut pirang dengan belahan tengahnya yang mengidentikannya. Jika dibandingkan dengan caster-caster lainya, sebut saja Elhaya, senior sekaligus mantan mentornya di Garena  yang tak pernah lepas dari topi dan kacamata pelanginya, penampilan Skyla memang jauh dari kata nyentrik  yang memang sedang hype di kalangan caster Free Fire kala itu.

Tapi untuk urusan mengulas jalannya turnamen,  bisa dibilang Skyla punya gaya paling berkelas . Pembawaannya yang tenang, cinderung menggunakan pilihan kata yang mudah dipahami, dibanding memilih bergaya dengan istilah asing . Dia memahami betul kondisi demografis mayoritas penontonnya. Konon gaya itu terinspirasi dari sosok Ryan “KB” Batistuta, caster kondang dari game Mobile Legends.

Maka tak berlebihan rasanya jika si Agus pagi itu benar-benar menaruh harapan besar  suatu saat Skyla bisa datang ke Community House untuk sekadar berbagi pengalaman-pengalamannya.

Mewarisi Skill Vision dari Ayahnya

Jika mengulas balik awal perjalanan Skyla di dunia game, maka tak bisa dilepaskan dari peran besar Ayahnya. Sikap sang Ayah dalam mendukung bakat dan minat skyla kecil di dunia game kelak menjadi sebuah keputusan yang visioner

Berbeda dengan kebanyakan orang tua saat itu yang menjadikan game sebagai gangguan serius anak-anak mereka untuk bisa berprestasi di sekolah,  Ayah Skyla justru berpikir sebaliknya. Menyadari bahwa putranya memiliki minat yang cukup tinggi di dunia game, alih-alih melarang, Ayah Skyla justru mendukung, dan terus menjadi partner terbaik skyla dalam mencoba berbagai game dengan beragam genre. Dari zaman Nintendo hingga zaman di mana warnet-warnet berubah fungsi menjadi kamar kos alternatif pecandu game di era 2000an awal  waktu itu, Ayah Skyla tak pernah lepas mendampingi dan memberi dukungan positif.

Meski mendapat pendampingan dan dukungan penuh sang Ayah bukanlah jaminan bahwa Skyla bersih dari pengalaman kelam yang lumrah dialami para pecandu game kebanyakan.

Absen pada Ujian Nasional saat di Sekolah Dasar menjadi satu pengalaman terburuknya. Meski nyaris tak lulus jika saja saat itu ujian susulan tak diberlakukan, Skyla yang masih duduk di kelas 6 SD waktu itu tak canggung atau takut untuk mengakui kesalahan dan minta maaf kepada kedua orangtuanya. Lagi-lagi bukannya marah, Sang Ayah dengan bijaksana hanya memberinya nasihat.

Insiden itulah yang menyadarkannya bahwa peran aktif sang Ayah dalam memberikan pendampingan dan dukungan selama ini telah membentuknya menjadi seorang  yang sportif.

Totalitas dan Tekun Berproses

Skyla sempat serius menekuni profesi sebagai atlet esports di sejumlah jenis game mulai Dota 2, CS:GOPoint Blank, Crossfire, hingga Mobile Legends.  Pernah menjadi pemain Top Global Hilda pada musim pertama, memegang posisi pertama Alucard dan Clint juga pernah dirasakannya. Namun karena minim kompetisi, Skyla memutuskan berpindah ke game lain yaitu Free Fire. Disinilah babak baru menuju dunia caster bermula

“Sekarang nge-cast sudah bukan hanya sekadar menjalani hobi. Bidang ini sudah menjadi bagian dari diri saya sendiri,” jelas Skyla

Ketertarikannya menjadi seorang caster bermula ketika menonton turnamen The International. Di ajang tersebut, Skyla terinspirasi sosok Toby “TobiWan: Dawson. Disitulah, keinginan untuk menjadi seorang caster semakin tinggi.

Ketika menjalani pekerjaan sebagai seorang caster, Skyla mengimplementasikan gaya Tobiwan ketika membawakan pertandingan. Selain itu, dirinya juga mengagumi sosok Ryan “KB” Batistuta, caster kondang dari game Mobile Legends.

Menurutnya, KB sangat informatif ketika menjadi seorang caster dan itu adalah hal yang paling penting. karena, segala informasi yang ada di dalam game harus disampaikan kepada penonton dan KB melakukan hal tersebut dengan baik. Oleh sebab itu, menurutnya KB adalah caster terbaik di Indonesia saat ini.

Babak Awal di Manajemen Esports

Boleh dibilang kemampuannya sebagai ahli pembidik talenta bermula dan semakin terasah disini,  Kesempatan yang di dapat dari pemilik tim Capital Esports, Pebryan Arisandy benar-benar tak disia-siakannya.

Pengalamannya saat malang melintang sebagai atlet esports profesional sangat membantunya dalam membangun tim Capital hingga meraih berbagai prestasi.

“Pengalaman ketika menjadi pro player bikin saya bisa menilai kemampuan bermain seseorang. Semuanya makin lengkap saat saya menjadi caster karena juga lebih leluasa dalam menilai dengan menganalisis permainannya,” ungkapnya.

Pemahaman gameplay dan mekanisme permainan jadi bekal utamanya dalam mencari pemain.  Skyla memiliki gaya pengamatan tersendiri. Menurutnya, selain skill ada banyak hal lain yang harus diperhatikan ketika kita sedang dalam posis membidik calon pemain. Mulai dari hal-hal  utama dalam urusan talent scouting seperti penguasaan mekanik, hingga hal-hal pendukung seperti kepribadian dan keseharian juga tak luput dari pengamatannya.

Ketajaman vision dan tangan dinginnya dalam membidik dan meramu para punggawa Capital sebelum akhirnya bergabung menjadi  EVOS Capital  dan bagaimana dia mempertemukan 4 pemain berkelas dalam satu ONIC Olympus membawanya ke pengalaman selanjutnya sebagai Arsitek tim RRQ Hades yang menjuarai ajang Dunia Games Golden Ticket dan RRQ Poseidon diantarkan sebagai runner up di Free Fire Indonesia Master.

The Eagle Owl; Sebuah Kebetulan Yang Ditakdirkan

Suatu malam di penghujung Desember 2019 apa yang menjadi harapan si Agus dan juga kawan-kawannya pagi itu akhirnya terbayar lebih dari yang dibayangkan.  Skyla tak sekadar datang menyapanya di Boss Squad Community House. Skyla telah membuat keputusan terbesar hari itu  “babak baru perjalanannya akan dimulai disini.” Sosoknya yang sangat identik menyerupai makna symbol logo Boss Esports “THE EAGLE OWL” yang sudah dirancang jauh sebelum DM bersejarah itu diterima si Agus, bisa jadi sebuah kebetulan yang ditakdirkan. ‘

Selamat Datang  di Community House ini “Boss Redondo Skyla Nasuiton”.

THE EAGLE OWL kini tak lagi sekadar logo, Sang Pembidik Talenta Juara kini hadir disini, menjadi bagian keluarga ini, tekadnya bulat akan mendedikasikan seluruh pengalamannya membangun, dan membesarkan Tim dan Komunitas ini.

Tak banyak kalimat yang keluar dari mulutnya malam itu, sambil memain-mainkan stick PES yang ada di tangannya, bersiap melayani tantangan kehormatan bermain PES dari si Agus, dengan santai dia berkata didepan kami semua yang ada malam itu,  termasuk di hadapan Christian, CEO Tim,  “Tim Boss Esports adalah mimpinya, yang akan menjadi mimpi jutaan orang lainnya.”

Kiat Duel ala Boss.Cupay

Dalam pertempuran Free Fire, kalian harus menjadi orang terakhir yang bertahan. Untuk mewujudkan kemenangan itu, kalian harus bisa bertahan hidup dari serangan musuh yang berada di sekitar. Apalagi, zona yang terus menyempit menuntut kalian juga harus bermain lebih taktis.

Enggak hanya punya senjata yang mengeluarkan damage yang besar, kalian juga harus memiliki skill yang diperlukan untuk duel dengan musuh karena hal ini enggak bisa dihindari dalam game besutan Garena ini.

Latih Respons Menggunakan Gloo Wall

Sebelum kalian melakukan duel, pastikan jika kalian telah mengantungi gloo wall. Salah satu alat untuk melindungi kalian dari serangan musuh, benda ini pun bisa membuat tembok yang dapat kalian pasang di mana pun. Enggak susah untuk menemukan benda ini, karena gloo wall terdapat pada tempat-tempat looting.

Cupay menekankan agar kalian juga melatih respon untuk menggunakan alat tersebut. Hal tersebut berguna agar kalian mengeluarkan gloo wall dalam waktu yang tepat. Apalagi jika posisi kalian sudah terdesak atau kalian yang terkena rush oleh musuh.

“Untuk menghadapi pertempuran duel dengan musuh, hal yang harus kalian miliki adalah respons untuk menggunakan gloo wall. Di mana alat tersebut bisa menjadi tameng kita agar enggak terkena tembakan oleh musuh,”

Aim Harus Akurat

Keakuratan aim bisa dikatakan jadi hal yang paling diperlukan dalam memainkan game battle royale seperti Free Fire. Pasalnya, musuh akan berkeliaran di sekitar kalian. Jadi hal tersebut wajib hukumnya untuk para penikmat game battle royale.

Untuk bisa memenangkan pertandingan duel menghadapi musuh, aim kalian enggak hanya harus akurat, refleks kalian juga harus bagus. Enggak dimungkiri jika bertemu dengan musuh rasa panik pasti akan ada. Maka dari itu, Cupay mengingatkan agar kalian wajib memiliki aim yang akurat serta refleks yang baik.

“Agar bisa menang dalam pertandingan duel, aim kalian juga harus tepat sasaran. Kombinaksikan keterampilan aim dengan refleks agar semakin mematikan. Jika kalian mempunyai dua faktor itu, sudah pasti kalian akan mememangkan pertandingan,”

Andalkan MP40 dan Shotgun

Pemilihan senjata pada pada game Free Fire juga masuk kedalam faktor penentu kemenangan. Mungkin banyak dari kalian yang enggak memilih senjata jarak dekat seperti shotgun. Namun, menurut Cupay penggunaan senjata tersebut sangat cocok untuk kalian gunakan ketika berduel dengan musuh.

Pasalnya, shotgun memiliki damage yang sakit. Walaupun begitu penggunaannya memakan waktu yang cukup lama ketika akan menembak untuk kedua kali. Cupay juga menyarankan untuk menggunakan senjata M40 yang masuk dalam kategori sub-machine gun (SMG).

“Gunakan senjata yang overpowered (OP) jika berduel dengan musuh, seperti MP40 dan shotgun. Kalau udah punya senjata ini, dijamin kalian bakal menang duel,”

Perhatikan Posisi

Jika kalian ingin berduel dengan musuh, pastikan posisi kalian dalam keadaan aman dan enggak ada musuh di sekitar. Komunikasikan dengan teman setim untuk menjaga kalian dalam serangan dari berbagai arah.

Berhadapan dengan musuh secara dekat sering dialami ketika kalian sedang melakukan rush ke arah musuh. Tetap waspada jika musuh yang akan kalian hadapi hanya berjalan sendirian, karena siapa tahu rekannya berada di sekeliling kalian.

“Jika kalian ingin berduel dengan musuh, pastikan jika kalian dalam posisi yang aman. Pastikan juga jika musuh yang ingin kalian hadapi berada jauh dari temannya,”

Intai Musuh Terlebih Dahulu

Perhatikan setiap pergerakan musuh yang berada di dekat kalian. Akan tetapi, kalian juga harus tetap waspada. Jangan melakukan penyerangan tanpa memperhatikan daerah sekitar. Hal ini bisa memicu lawan yang berada di sekeliling mengetahui keberadaan kalian.

Sebelum melakukan penyerangan, intai musuh kalian terlebih dahulu. Amati setiap pergerakan yang dilakukan musuh. Jangan ragu-ragu jika kalian ingin menembak musuh.

“Hal yang wajib dijalankan oleh semua pemain adalah mengintai pergerakan musuh. Jangan ragu-ragu jika kalian ingin menembak musuh,”

Boss Esports Dipastikan Bermain di FFML SESSION 1

Garena resmi mengumumkan Turnamen liga terbesar di Indonesia yakni Free Fire Master League (FFML) Season 1.

Turnamen FFML Season 1 ini nantinya akan mempertandingkan 24 tim ESports Free Fire profesional Indonesia untuk memperebutkan total hadiah sebesar Rp1,2 miliar.

Christian Wihananto, Produser Garena Free Fire menyebut Turnamen tersebut diharapkan akan menjadi wadah bagi para pemuda di Indonesia mengembangkan kemampuan. Dirinya menilai saat ini bakat ESports di Tanah Air sedang meningkat.

“Kita sadar bahwa jumlah pemuda Indonesia yang berminat dan berbakat di dunia game belakangan ini semakin meningkat, kita juga membina untuk menciptakan juara dunia di kompetisi Free Fire,” ujarnya saat konferensi pers di CGV Pacific Place Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Christian juga menambahkan, pada 2020 ini pihaknya akan menjadwalkan agenda kompetisi lain untuk merangkul seluruh bakat atau pemain di Indonesia. Dimulai dari tingkat amatir, komunitas hingga profesional.

Pada Turnamen FFML Season 1 ini menggunakan sistem liga, dibagi menjadi enam pot, masing-masing pot terdiri dari empat tim.

Nantinya akan ada enam dari 24 tim dengan poin tertinggi di masing-masing pot yang secara otomatis lolos ke babak Grand Final Free Fire Indonesia Masters 2020 Spring.

Dalam proses turnamennya sendiri akan dilakukan offline di Kantor Garena Jakarta. Artinya seluruh tim yang bertanding akan berkumpul dalam satu tempat yang telah ditentukan.

Pertandingan FFML Season 1 perdana digelar mulai hari ini, 14 Januari hingga 14 Februari 2020. Dilaksanakan setiap Selasa-Jumat pukul 19.00-22.00 WIB. Disiarkan secara Live Streaming di akun YouTube Garena Free Fire Indonesia.

Aimfoyy, Anak LO yang Menembus Pro Player

Babak Final Regional Barat Piala Presiden Esports 2020 telah memasuki hari keduanya yang diadakan di Main Atrium, 23 Paskal Bandung. Di hari pertama (18/1), Regional Barat telah menemukan wakilnya untuk cabang Mobile Premier League (MPL) dan eFootball Pro Evolution Soccer (PES).  Kini, di hari keduanya ajang yang dibesut oleh pemerintah ini kembali menggelar pertandingan untuk cabang Free Fire.

Ada 12 tim yang akan berlaga pada pertandingan Final Regional Barat untuk memperebutkan tiket menuju babak Grand Final Piala Presiden Esports 2020. Salah satu tim yang akan bertanding adalah Boss Esports. Tim yang digawangi oleh DemiGOD, Aimfoyy, Cupay, dan Ngana ini berhasil menjadi juara di regional Jawa 1.

Ada hal menarik dari para punggawa ini. Rahmad “Aimfoyy” Rafi Hutama dulunya merupakan seorang admin obs dari Publisher game kegemarannya, yaitu Free Fire. Mempunyai hobi bermain game sejak kecil, dirinya memang bercita-cita sebagai gamers.

“Sejak kecil aku memang sudah hobi bermain game. Aku pun memiliki impian untuk menjadi gamers. Selesai sekolah, aku pun melamar kerja di Garena sebagai admin obs di event Summer League” ungkap Aimfoyy.

Siapa sangka, impian Aimfoyy kecil kini telah menjadi kenyataan. Dirinya berhasil menjadi salah satu pemain profesional yang memperkuat Boss Esports. Hal tersebut terjadi berkat kemampuannya mengendalikan senjata di Free Fire. Bekerja di lingkungan yang dikelilingi oleh para pro player Free Fire. Dirinya pun mengambil kesempatan untuk belajar menjadi pemain yang baik untuk bisa mewujudkan cita-citanya.

Berkat ketekunannya, kemahirannya pun dilirik oleh salah satu caster Piala Presiden Esports 2020, Skyla. Sang caster pun mengajak Aimfoyy bergabung dengan Boss Esports.

“Bekerja ditempat yang dikelilingi pro player, membuat saya banyak belajar dari mereka bagaimana caranya jadi pemain terbaik. Permainan saya pun dilirik oleh Skyla, dia juga mengajak saya untuk bergabung ke Boss Esports,” tutur Aimfoyy.

Siapa sangka, bermula dari impiannya menjadi pemain esports. Kini Aimfoyy sukses membawa Boss Esports lolos ke babak Final Regional Barat dengan memenangkan Kualifikasi Regional Jawa 1. Dirinya pun berharap dapat membela Indonesia di ajang Piala Presiden Esports 2020.

Dukungan Penuh Boss Squad di Final Barat PPE2020

Enggak bisa dimungkiri, keberhasilan suatu tim esports berkat dukungan para pendukungnya. Kedatangan para suporter pun membuat para pemain yang akan bertanding menjadi bertambah semangat.

Hal ini pun terlihat di gelaran Final Regional Barat. Di hari kedua (19/1) yang mempertandingkan game Free Fire, Boss Esports kedatangan para pendukungnya. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 75 orang pendukung ini memadati Main Atrium, 23 Paskal, Bandung.

Memang, Boss Esports merupakan tim yang terbentuk dari sebuah komunitas. Maka dari itu, rasa solidaritas semua anggotanya sangat kuat. Berangkat dari Tangerang menuju Bandung, mereka turut membawa perlengkapan seperti balon untuk memeriahkan jalannya pertandingan.

“Kedatangan kami kesini untuk memberikan dukungan pada Boss Esports. Saya memang suka dengan para pemainnya dan telah masuk ke dalam komunitas. Sebelumnya memang sudah ada ajakan dari manajemen Boss untuk menghadiri Final Regional,” ungkap Dewa Kurniawan salah satu pendukung Boss Esports yang datang kepada KINCIR.

Kedatangan mereka merupakan tambahan semangat untuk para punggawa Boss Esports seperti, DemiGOD, Aimfoyy, Cupay, dan Ngana. Dewa pun berharap jika tim andalannya ini bisa mewakili Indonesia di Grand Final Piala Presiden Esports 2020.

Srit Dolongseda (Berjersey) salah seorang anggota Boss Squad Community Manado

Enggak sampai disitu, salah satu pendukung yang datang, bahkan ada yang jauh-jauh datang dari Manado ke Bandung, yaitu Srit Dolongseda demi memberikan semangat serta dukungan pada teman satu komunitasnya yang berjuang untuk memperebutkan tiket menuju babak Grand Final Piala Presiden Esports 2020.

“Saya datang dari Manado ke Bandung untuk mendukung teman-teman bertanding. Solidaritas yang kita punya sudah sangat kuat, jadi tak apa jika mengeluarkan biaya untuk berangkat dari Manado ke Bandung,” ungkap Srit.

Kecintaan Srit dengan esports dibuktikan dengan pengorbanannya yang rela datang jauh-jauh untuk tim kesayangannya.

BOSS Esports vs Envios (FINAL)

Di circle kedua, terlihat sembilan tim yang tersisa mulai masuk ke tengah map agar mendapatkan zona terbaik. Namun, strategi terebut kerap kali dihadang oleh tim lain yang sudah masuk ke dalam zona. Seperti yang dialami oleh BOSS Esports ketika bertemu dengan tim Envios.

Di lokasi Hangar, Boss Esports yang berada di luar zona mencoba memasuki gudang di lokasi tersebut. namun, tim Envios sudah lebih dulu menanti mereka di daerah tersebut. Cupay yang mengetahui posisi dari Envios langsung memberikan komando ke rekan tim lain untuk menyergap. Pertarungan pun tidak terelakan di antara keduanya.

Envios.Romi yang melihat Boss.Amfoyy langung melakukan tapping senjata dan mampu memberikan damage cukup besar. Akan tetapi Boss.DemiGOD yang melakukan planking ke arah kanan berhasil menjatuhkan Envios.RHMA. Aksi jumpshot antar kontainer terjadi di daerah perang tersebut.

Boss.Cupay yang kali ini mengambil posisi rusher,  lebih dulu masuk ke tengah peperangan. Namun sayang, Envios.Mirza dengan sigap menembak mati Cupay.  Backup sempurna datang dari DemiGOD yang langsung membuat Envios.Mirza tersungkur. Dua punggawa Envios pun gugur dipertarungan.

Tinggal menyisakan Envios.ARIF dan Envios.ROMI yang akhirnya mundur dari pertarungan dan mencari posisi aman. Pasalnya, pasca kontes dengan BOSS Esport mereka telah kehilangan banyak perbekalan. Meskipun ronde pertama dimenangkan oleh ELVO G.I. Pertarungan Boss Esports dan Envios menambah keseruan Regional Barat Piala Presiden Esports 2020.