PENAMPILAN GARANG DARI BOSS KNIGHTMARE DOMINASI PANGGUNG MATCH DAY 8

Memasuk minggu keempat, suasana gelaran esport Free Fire Master League (FFML) Season III semakin memanas karena tim-tim esports mulai merapat menuju minggu Final,mereka siap berancang-ancang menjaga posisi di klasemen liga.

FFML Season III Divisi 1 terus berlanjut, pertandingan Divisi 1 Match Day ke-8 pun masih diikuti oleh 12 tim dari 2 grup yang berbeda yakni persaingan sengit dan penuh dengan kejutan antara Grup A dan Grup C. Waktu jalannya liga yang telah memasuki penghunjung season tentunya membuat seluruh tim berlomba untuk merebut 20 poin.Hal luar biasa terjadi dengan BOSS Knightmare yang berhasil meraih Hattrick booyah berkat penampilannya yang garang dan luar biasa.

Tim yang berisikan Riza dan kawan-kawan tampil memukau dengan meraih total 3 Booyah dan banyak sekali poin kill. Tidak berhenti sampai di situ saja, dalam sederet match lain pun Boss Knightmare juga acap kali nangkring di posisi 4 besar.

Dengan Hal tersebut, BOSS Knightmare sukses menggeser posisi AEROWOLF Pro Team diposisi 3 dan berhasil juga memperpendek jarak dengan ONIC Olympus yang berada dipuncak klasemen dengan hanya menyisakan 3 point saja.

Hattrick booyah yang diraih Boss Knightmare di Day 8 FFML Season III Divisi 1 kemarin pun dilengkapi juga dengan rekor sebagai tim dengan total point terbanyak selama gelaran FFML Season III yakni dengan total 99 point.

Sementara itu, bagi kamu yang penasaran dengan siapa saja tim yang berhasil mendapatkan Booyah selama Day 8 FFML Season III Divisi 1 Berikut daftar tim yang berhasil mendapatkan Booyah pada match day 8.

• Ronde 1 (Bermuda): Boss Knightmare

• Ronde 2 (Purgatory): Boss Knightmare

• Ronde 3 (Kalahari): DG Esports

• Ronde 4 (Bermuda): Boss Knightmare

• Ronde 5 (Purgatory): The Prime Esports

• Ronde 6 (Kalahari): DG Esports

Di sisi lain, penamilan EVOS Esports semakin menunjukkan bagaimana perkembangan yang mereka miliki. Walaupun gagal mendapatkan Booyah, MR05 dan tim setidaknya sukses berada di peringkat ketiga, tepat di bawah Boss Knightmare dan DG Esports.

Namun perjalanan mereka untuk memanjat tangga klasemen masihlah panjang karena DG Esports, pesaing mereka dari Grup C juga konsisten bermain dengan bagus dan berhasil merebut 20 Poin match day 8.

Dengan perolehan klasemen match day diatas, maka berikut Group Standing sementara. Belum ada perubahan yang signifikan, namun perolehan poin masing-masing tim pada Grup A semakin tegang dan terpaut tipis-tipis. Sementara pada Grup C DG Esports masih memimpin dengan total 87 poin.

Nah Survivors, jangan sampai ketinggalan melihat aksi jagoan favorit kalian karena pertandingan belum berakhir. Pertandingan selanjutnya FFML season III akan dilaksanakan pada pada 10-11 Februari 2021 untuk Divisi 2 (grup A, B, dan C). Sedangkan Divisi 1 akan tampil lagi pada 13 Februari 2021 (grup BC) dan 14 Februari 2021 (grup AB). Saksikan terus pertandingan selanjutnya FFML season III, pukul 19.00 – 22.00 WIB di akun resmi YouTube dan Facebook Live Free Fire Esports Indonesia. CM

BOSS.AimGOD Solo Survivor Terkuat Kedua Free Fire Indonesia

REKAP HASIL PERTANDINGAN FINAL FREE FIRE THE ONE

Sebagai turnamen Free Fire solo pertama yang hadir di indonesia, Free Fire The One sampai pada penghujung acara di fase Grand Final dengan format 12 ronde yang terbagi menjadi 2 hari yang berlangsung pada hari Sabtu dan Minggu kemarin, tanggal 25 & 26 April 2020. Dan pertandingan ini Disiarkan langsung melalui Facebook serta kanal YouTube resmi dari FF Esports ID

Menyajikan 12 pemain yang terdiri 8 dari kualifikasi, 3 dari pemain profesional, serta 1 lagi dari YouTuber Free Fire, Free Fire The One menjadi ajang pembuktian siapakah pemain solo terbaik yang ada di Indonesia.

Perhelatan pada hari pertama sudah terlihat memanas. Dengan permainan yang sangat agresif Evos.MR05ᴾᴼᴾ mampu dengan cepat membunuh lawan dengan cepat diawal game. Walaupun, pada akhir pertandingan RSG.Apollo mampu bertahan dan mendapat Booyah menumbangkan AURA•XBRTAL× dan Dengkorrr.GR dengan senjata M79

Pertarungan semakin seru memasuki game kedua hingga game keempat, Evos.MR05ᴾᴼᴾ tidak sedikitpun merubah cara bermainnya yang bar bar hingga akhirnya berhasil mendapatkan booyah dengan total 5 kill yang didapat.

Setelah berhasil mendapatkan Booyah pada game keempat, ternyata Evos.MR05ᴾᴼᴾ tidak mampu mempertahankannya dan bahkan harus tereliminasi pertama pada game kelima setelah dipulangkan oleh BOSS.AimGOD harus tumbang diposisi 4 dengan perolehan 5 kill pada game kelima ini.

Tidak sampai disitu, memasuki game terakhir yang juga menjadi game penutup pada hari pertama OSS.AimGOD terus menampilkan permainan yang apik dengan kombinasi senjata mematikan AWM dan M79 yang membuat BOSS.AimGOD berhasil mengamankan Booyah sekaligus menjadi pemuncak klasemen sementara dengan perolehan 76 poin.

Mengawali hari kedua Grand Final Free Fire The One, para finalis tampak tidak mengurangi tempo permainan. Mereka saling bergantian memberikan serangan terbaiknya yang menariknya, DRNX.DeviL yang bermain kurang apik pada hari pertama sukses mengamankan Booyah di game pembuka pada hari kedua ini.

Permainan apik masih diperlihatkan oleh DRNX.DeviL dimana ia berhasil kembali masuk di top 2 pada zona akhir yang harus berhadapan dengan 1M.FixaTV. Pertarungan 1 lawan 1 yang sangat tenang ditampilkan keduanya, tidak mau mengambil resiko, tampak DRNX.DeviL tidak mau meninggalkan posisi awalnya, tapi 1M.FixaTV maju dengan pemanfaatan gloo wall yang ada berhasil memenangkan pertarungan tersebut dan mendapatkan Booyah.

Tampaknya bukan hari keberuntungan bagi LetDa Hyper yang harus tereliminasi diawal pertandingan pada game ke delapan hingga kesepuluh membuat merosotnya posisi di klasemen.

Mendekati akhir pertandingan, tempo yang ditampilkan 12 pemain justru terlihat semakin panas. Tidak ada yang ingin mengalah dan ingin mendulang poin yang terlihat pada awal pertandingan di ronde akhir 1M.FixaTV berhasil memulangkan Evos.MR05ᴾᴼᴾ kembali ke lobby dengan pertarungan jarak dekat. Evos.MR05ᴾᴼᴾ harus puas di posisi ke-12. Menjadi game penentuan siapa yang bakal memenangkan Free Fire The One untuk pertama kalinya, para pemain saling berusaha untuk memberikan permainan terbaiknya. Tersisa 3 pemain di zona akhir, AURA•XBRTAL× harus berhadapan dengan 2 pemain profesional Free Fire terdapat RSG.Apollo dan DRNX.DeviL. Pada akhirnya AURA•XBRTAL× berhasil mendapatkan Booyah keduanya dengan koleksi 3 kill.

Sementara itu, dengan telah berakhirnya 12 pertandingan pada babak Grand Final Free Fire The One ini berhasil melahirkan juara perdananya yang berhasil didapatkan oleh Dengkorrr.GR! Mengumpulkan 122 poin, Dengkorrr.GR berhasil unggul 4 poin dari BOSS.AimGOD yang berada di peringkat kedua dengan 118 poin, kemudian disusul oleh 1M.FixaTV diposisi ketiga dengan 112 poin. Atas kemenangannya ini, Dengkorrr.GR berhak mendapatkan hadiah utama sebesar Rp 35 juta sekaligus menyabet titel sebagai pemain terbaik solo Free Fire di Indonesia!
Selamat sekali untuk Dengkorrr.GR yang berhasil membuktikan biarpun bersaing dengan pemain profesional, kesempatan untuk menjadi juara tetaplah selalu ada!

BOSS.AimGOD Lolos ke Babak Final Free Fire The One

Sebagai turnamen pertama Solo Mode Free  di Indonesia, ajang Free Fire The One yang berlangsung hingga minggu besok wajib menjadi tontonan kalian pada weekend ini.

Kemarin, kita telah melihat pertandingan fase 2nd Qualifiers, dimana ada 12 pemain dari masing-masing grup bersaing demi mendapatkan 2 slot untuk bisa maju ke babak Final. Dan setelah pertandingan ketat dalam 6 ronde dengan menggunakan Solo Mode, berikut adalah pemain yang berhasil lolos:

  • GR・DENGKORRR
  • NESC`Fixaᵀᵛ
  • ᴰᴼᴺ•Mr.wiLᴴᴸ
  • ᴹᴱᴷᵟPʜᴏᴇɴɪx
  • BOSS.AimGOD
  • GC•DARK~FIRE
  • AURA•XBRTAL×
  • ᴺⁱᵗᵉ•X-Sᴀɴᴢ

Pertarungan sengit terjadi pada grup A, dimana BOSS.AlMFOYY gagal melaju ke babak Final karena selisih poin yang didapat pada akhir pertandingan sama dengan yang diperoleh NESC`Fixaᵀᵛ. Tapi pemenang kedua dari grup tersebut diambil berdasarkan peraturan pertandingan yang ada, dimana Placement Point lah yang menjadi indicator pemilihan pemenang jika ada poin yang sama antar peserta turnamen.

Pada pertandingan grup B terlihat ᴰᴼᴺ•Mr.wiLᴴᴸ bermain sangat apik dengan berhasil mengantongi 2 kali booyah dan bermain konsisten merupakan kunci sukses bagi pemain ini bisa mendapatkan posisi teratas jauh meninggalkan posisi ke-2 yang lolos ke babak Final.

BOSS.AimGOD dan GC•DARK~FIRE dikatakan pada babak kualifikasi kedua ini bermain secara mendominasi. Mendapatkan masing-masing 1 kali Booyah, kedua pemain ini berhasil menempati 2 posisi teratas klasemen dengan raihan poin yang sama, yaitu 74 poin.

AURA•XBRTAL× kembali menunjukan taringnya, finalis yang berhasil lolos dari grup D ini jugadulunya merupakan Finalis pertandingan First Warrior dengan nama tim Miracle yang diperkuat oleh Skyla sebagai Juri sekaligus Coach dari timnya.

Sementara itu, babak Final sendiri akan ada 12 pemain terdiri dari 8 pemain yang lolos dari kualifikasi kedua, 4 pemain lainnya akan diisi oleh 3 pemain Pro Player dan 1 pemain Pro Youtuber yang diundang oleh tim Garena Free Fire. Pertandingan ini menggunakan format Best of 12 Solo Mode dan akan tayang secara langsung di kanal Facebook dan Youtube resmi FF Esports ID. Tentunya pertandingan Final kali ini akan sangat seru dan sayang untuk dilewatkan. sudah siapkah kalian untuk menyambut juara pada ajang Free Fire The One sekaligus menyabet titel sebagai pemain terbaik solo Free Fire di Indonesia?

Mengumpulkan 68 Kill, Boss Esports Masuk ke Play-Ins FFIM 2020 Spring

Free Fire Indonesia Masters (FFIM) 2020 Spring telah masuk ke dalam Babak Final Group. Babak ini akan mencari 6 tim dari Group A sampai F untuk masuk ke fase Play-Ins yang akan diselenggarakan pada tanggal 14 Maret 2020 nanti.

Sudah ada 2 pertandingan yang dijalankan di babak ini. Final Group A yang berlangsung pada tanggal 29 Februari 2020 kemarin telah menentukan BSC Academy sebagai tim yang lolos ke fase Play-Ins FFIM 2020 Spring.

Sedangkan Final Group B yang berlangsung pada tanggal yang sama di jam berbeda, juga telah menentukan hasil mereka. Boss Esports yang pernah berlaga di Free Fire Master League (FFML) season I menjadi tim yang mendapat tiket menuju babak Play-Ins FFIM 2020 Spring.

Sumber: Facebook Fanpage Fans Of Free Fire

Penampilan Boss Esports di Final Group B tidak terlalu mencolok dalam perolehan poin placement, namun mereka tampil konsisten untuk mencari kill yang banyak di tiap ronde.

Berawal dari Booyah dan 17 kill di Ronde 2, Boss Esports semakin percaya diri untuk bermain “barbar” di ronde – ronde selanjutnya.

Sumber: channel Youtube Garena Free Fire Indonesia

Perbedaan jam terbang dan juga mental bertarung di lingkungan yang keras membuat Boss Esports terlihat seperti pemangsa di puncak piramida makanan yang bernama Group B.

Klasemen akhir pun memperlihatkan taring tajam Boss Esports yang mendapatkan 1340 poin kill dari 6 ronde yang sudah dijalankan, berbeda jauh dari perolehan kill dari semua tim yang ada di Group B.

Sumber: channel Youtube Garena Free Fire Indonesia

Hasil ini seolah mengingatkan kita darimana Boss Esports berasal. Apa yang telah mereka jalani di FFML season I membuat mereka lebih berani dan sigap dalam mengambil keputusan dibandingkan dengan tim lain di Final Group B kemarin.


Dengan ini, 2 dari 6 tim sudah mengunci slot mereka di babak Play-Ins. Tim manakah yang akan menyusul BSC Academy dan Boss Esports?

Saksikan live stream nya pada pukul 15.00 WIB dan 19.00 WIB pada tanggal 01 Maret 2020 di channel Youtube Garena Free Fire Indonesia.

Sumber : https://booyah.co.id/

AIMFOYY Bikin Rata 1/4 Populasi Bermuda

Memasuki fase akhir turnamen Free Fire Master League (FFML) Season I pertandingan pun semakin memanas. Hal ini disebabkan oleh sengitnya pertarungan 24 tim yang memperebutkan slot menuju Grand Final Free Fire Indonesia Masters (FFIM) 2020 Spring.

Salah satu momen panas itu terjadi di pembukaan Match 9 Day 2. Selayaknya sebuah tim yang memiliki mental siap tempur saat game sudah dimulai, Boss Esports tampil dominan dan agresif sampai akhirnya mereka menutup ronde pertama dengan mendapatkan Booyah dan juga 20 kill.

Sumber: channel Youtube Garena Free Fire Indonesia

Yang menarik dari hal ini, 13 kill dari total 20 kill yang diperoleh Boss Esports di ronde pertama berasal dari 1 orang pemain: BOSS.AIMFOYY. Agar lebih jelas, mari kita lihat jalur eliminasi yang dibuat oleh Boss Esports sehingga menghantarkan BOSS.AIMFOYY untuk mendapatkan 13 kill.

Semua berawal ketika Boss Esports bertemu dengan Alter Ego Esports di dekat Bimasakti Strip. Tanpa memberi ampun, Boss Esports mengeliminasi mereka dengan cepat di menit – menit awal.

Seolah membawa virus yang bernama eliminasi, tim kedua yang menjadi korban adalah First Raiders Alpha. Mereka harus kembali ke lobby setelah bertemu dengan Boss Esports di dekat Clock Tower. Meskipun berhasil mengeliminasi 2 tim, di sini Boss Esports harus kehilangan BOSS.DemiGOD dan melanjutkan pertempuran hanya dengan 3 orang saja.

Sumber: channel Youtube Garena Free Fire Indonesia

Menyisakan 3 orang tidak membuat performa Boss Esports menjadi kendor. Seolah mendapat kekuatan tambahan dari rekan 1 timnya yang tumbang, Boss Esports berhasil mengeliminasi RRQ Hades yang menjadi pemuncak klasemen di pot kecil mereka. Dengan ini sudah 3 tim yang dieliminasi oleh Boss Esports.

Sumber: channel Youtube Garena Free Fire Indonesia

Pertarungan terakhir di ronde ini menyisakan 3 tim dan 9 pemain. Boss Esports vs Star8 Esports vs Team ELVO. Ini adalah pertarungan maut 3 arah, di lapangan terbuka dekat Bimasakti Strip.

Zona yang tidak berpihak pada Star8 Esports memaksa mereka berlari masuk agar tetap di dalam lingkaran. Hal itu membawa petaka bagi Star8 Esports, karena kesempatan ini dimanfaatkan oleh Boss Esports unutk mengeliminasi tim ke 4 di ronde tersebut.

Di titik ini, Boss Esports telah mendapatkan 17 kill dan BOSS.AIMFOYY telah mendapatkan 10 kill. Tentu saja mudah bagi kita untuk menebak apa yang terjadi selanjutnya. Menggunakan pelontar di pertarungan terakhir, BOSS.AIMFOYY melengkapi jalur eliminasi Boss Esports dengan memulangkan Team ELVO di pertarungan terakhir serta menutup ronde pertama dengan mendapatkan Booyah.

Sumber: channel Youtube Garena Free Fire Indonesia

Dalam pertandingan ini, Boss Esports mengeliminasi 5 tim serta memulangkan 20 pemain ke lobby. BOSS.AIMFOYY sendiri meratakan 13 orang pemain atau ¼ dari populasi Bermuda di game tersebut.

Namun ada satu hal yang menarik perhatian setelah game ini selesai. BOSS.CUPAY membalas salah satu story di akun Instagramnya yang seolah – olah mengatakan kalau 13 adalah angka keramat dari EVOS SAM•13.

Apakah ini menguatkan teori bahwa kehadiran Malaikat Maut di dalam Free Fire Master League season I tidak lepas dari keberadaan angka keramat EVOS SAM•13? Apapun itu, yang pasti BOSS.AIMFOYY memegang rekor perolehan kill individual tertinggi dalam 1 ronde di Match 9.

Apakah akan ada pemain yang melampaui perolehan 13 kill di match terakhir Free Fire Master League? Temukan langsung jawabannya melalui live stream FFML season I pada pukul 19.00 WIB di channel Youtube Garena Free Fire Indonesia.

Sumber: booyah.co.id

Babak Baru The Eagle Owl, Sang Pembidik Talenta Juara

Tiba-tiba saja beberapa anggota Boss Squad yang pagi itu berkumpul di Community House mendadak heboh. Rupanya ada DM masuk dari salah seseorang idola mereka di arena esports Free Fire, “Pak, ada DM dari Skyla pengen minta kontak pimpinan Boss Squad katanya.” tutur Agus, salah satu anggota paling senior dengan muka girangnya.

Di kalangan komunitas Free Fire, siapa yang tak kenal Skyla, caster kondang yang sudah malang melintang mengisi layar streaming game besutan Garena Indonesia tersebut, mulai dari turnamen komunitas hingga Kejuaraan di level pro. Dari Official Turnamen yang diselenggarakan Garena sendiri maupun turnamen pro besutan esports organizer berkelas dunia seperti ESL.

Anak muda multitalended ini selalu tampil konsiten dengan gaya kasual nyaris tanpa aksesoris, hanya rambut pirang dengan belahan tengahnya yang mengidentikannya. Jika dibandingkan dengan caster-caster lainya, sebut saja Elhaya, senior sekaligus mantan mentornya di Garena  yang tak pernah lepas dari topi dan kacamata pelanginya, penampilan Skyla memang jauh dari kata nyentrik  yang memang sedang hype di kalangan caster Free Fire kala itu.

Tapi untuk urusan mengulas jalannya turnamen,  bisa dibilang Skyla punya gaya paling berkelas . Pembawaannya yang tenang, cinderung menggunakan pilihan kata yang mudah dipahami, dibanding memilih bergaya dengan istilah asing . Dia memahami betul kondisi demografis mayoritas penontonnya. Konon gaya itu terinspirasi dari sosok Ryan “KB” Batistuta, caster kondang dari game Mobile Legends.

Maka tak berlebihan rasanya jika si Agus pagi itu benar-benar menaruh harapan besar  suatu saat Skyla bisa datang ke Community House untuk sekadar berbagi pengalaman-pengalamannya.

Mewarisi Skill Vision dari Ayahnya

Jika mengulas balik awal perjalanan Skyla di dunia game, maka tak bisa dilepaskan dari peran besar Ayahnya. Sikap sang Ayah dalam mendukung bakat dan minat skyla kecil di dunia game kelak menjadi sebuah keputusan yang visioner

Berbeda dengan kebanyakan orang tua saat itu yang menjadikan game sebagai gangguan serius anak-anak mereka untuk bisa berprestasi di sekolah,  Ayah Skyla justru berpikir sebaliknya. Menyadari bahwa putranya memiliki minat yang cukup tinggi di dunia game, alih-alih melarang, Ayah Skyla justru mendukung, dan terus menjadi partner terbaik skyla dalam mencoba berbagai game dengan beragam genre. Dari zaman Nintendo hingga zaman di mana warnet-warnet berubah fungsi menjadi kamar kos alternatif pecandu game di era 2000an awal  waktu itu, Ayah Skyla tak pernah lepas mendampingi dan memberi dukungan positif.

Meski mendapat pendampingan dan dukungan penuh sang Ayah bukanlah jaminan bahwa Skyla bersih dari pengalaman kelam yang lumrah dialami para pecandu game kebanyakan.

Absen pada Ujian Nasional saat di Sekolah Dasar menjadi satu pengalaman terburuknya. Meski nyaris tak lulus jika saja saat itu ujian susulan tak diberlakukan, Skyla yang masih duduk di kelas 6 SD waktu itu tak canggung atau takut untuk mengakui kesalahan dan minta maaf kepada kedua orangtuanya. Lagi-lagi bukannya marah, Sang Ayah dengan bijaksana hanya memberinya nasihat.

Insiden itulah yang menyadarkannya bahwa peran aktif sang Ayah dalam memberikan pendampingan dan dukungan selama ini telah membentuknya menjadi seorang  yang sportif.

Totalitas dan Tekun Berproses

Skyla sempat serius menekuni profesi sebagai atlet esports di sejumlah jenis game mulai Dota 2, CS:GOPoint Blank, Crossfire, hingga Mobile Legends.  Pernah menjadi pemain Top Global Hilda pada musim pertama, memegang posisi pertama Alucard dan Clint juga pernah dirasakannya. Namun karena minim kompetisi, Skyla memutuskan berpindah ke game lain yaitu Free Fire. Disinilah babak baru menuju dunia caster bermula

“Sekarang nge-cast sudah bukan hanya sekadar menjalani hobi. Bidang ini sudah menjadi bagian dari diri saya sendiri,” jelas Skyla

Ketertarikannya menjadi seorang caster bermula ketika menonton turnamen The International. Di ajang tersebut, Skyla terinspirasi sosok Toby “TobiWan: Dawson. Disitulah, keinginan untuk menjadi seorang caster semakin tinggi.

Ketika menjalani pekerjaan sebagai seorang caster, Skyla mengimplementasikan gaya Tobiwan ketika membawakan pertandingan. Selain itu, dirinya juga mengagumi sosok Ryan “KB” Batistuta, caster kondang dari game Mobile Legends.

Menurutnya, KB sangat informatif ketika menjadi seorang caster dan itu adalah hal yang paling penting. karena, segala informasi yang ada di dalam game harus disampaikan kepada penonton dan KB melakukan hal tersebut dengan baik. Oleh sebab itu, menurutnya KB adalah caster terbaik di Indonesia saat ini.

Babak Awal di Manajemen Esports

Boleh dibilang kemampuannya sebagai ahli pembidik talenta bermula dan semakin terasah disini,  Kesempatan yang di dapat dari pemilik tim Capital Esports, Pebryan Arisandy benar-benar tak disia-siakannya.

Pengalamannya saat malang melintang sebagai atlet esports profesional sangat membantunya dalam membangun tim Capital hingga meraih berbagai prestasi.

“Pengalaman ketika menjadi pro player bikin saya bisa menilai kemampuan bermain seseorang. Semuanya makin lengkap saat saya menjadi caster karena juga lebih leluasa dalam menilai dengan menganalisis permainannya,” ungkapnya.

Pemahaman gameplay dan mekanisme permainan jadi bekal utamanya dalam mencari pemain.  Skyla memiliki gaya pengamatan tersendiri. Menurutnya, selain skill ada banyak hal lain yang harus diperhatikan ketika kita sedang dalam posis membidik calon pemain. Mulai dari hal-hal  utama dalam urusan talent scouting seperti penguasaan mekanik, hingga hal-hal pendukung seperti kepribadian dan keseharian juga tak luput dari pengamatannya.

Ketajaman vision dan tangan dinginnya dalam membidik dan meramu para punggawa Capital sebelum akhirnya bergabung menjadi  EVOS Capital  dan bagaimana dia mempertemukan 4 pemain berkelas dalam satu ONIC Olympus membawanya ke pengalaman selanjutnya sebagai Arsitek tim RRQ Hades yang menjuarai ajang Dunia Games Golden Ticket dan RRQ Poseidon diantarkan sebagai runner up di Free Fire Indonesia Master.

The Eagle Owl; Sebuah Kebetulan Yang Ditakdirkan

Suatu malam di penghujung Desember 2019 apa yang menjadi harapan si Agus dan juga kawan-kawannya pagi itu akhirnya terbayar lebih dari yang dibayangkan.  Skyla tak sekadar datang menyapanya di Boss Squad Community House. Skyla telah membuat keputusan terbesar hari itu  “babak baru perjalanannya akan dimulai disini.” Sosoknya yang sangat identik menyerupai makna symbol logo Boss Esports “THE EAGLE OWL” yang sudah dirancang jauh sebelum DM bersejarah itu diterima si Agus, bisa jadi sebuah kebetulan yang ditakdirkan. ‘

Selamat Datang  di Community House ini “Boss Redondo Skyla Nasuiton”.

THE EAGLE OWL kini tak lagi sekadar logo, Sang Pembidik Talenta Juara kini hadir disini, menjadi bagian keluarga ini, tekadnya bulat akan mendedikasikan seluruh pengalamannya membangun, dan membesarkan Tim dan Komunitas ini.

Tak banyak kalimat yang keluar dari mulutnya malam itu, sambil memain-mainkan stick PES yang ada di tangannya, bersiap melayani tantangan kehormatan bermain PES dari si Agus, dengan santai dia berkata didepan kami semua yang ada malam itu,  termasuk di hadapan Christian, CEO Tim,  “Tim Boss Esports adalah mimpinya, yang akan menjadi mimpi jutaan orang lainnya.”